Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama TNI AD dengan Universitas Indonesia tentang Pelatihan Kehumasan

Oleh TNI AD

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas kemampuan kehumasan unsur pimpinan dan insan penerangan di jajaran TNI Angkatan Darat, TNI AD mengadakan kerjasama dengan Universitas Indonesia dalam pelaksanaan pelatihan kehumasan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Nefra Firdaus saat menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerjasama TNI AD dengan Universitas Indonesia pada Kamis (22/10/2020), bertempat di ruang rapat Spersad Gedung C Mabesad, Jl.Veteran No.5, Jakarta Pusat.

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo dan dari TNI AD oleh Asisten Personel Kasad Mayjen TNI Mulyo Aji, MA.

Sigit dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen Universitas Indonesia dalam kontribusinya untuk Indonesia khususnya kepada TNI AD dalam meningkatkan kualitas SDM unggul di lingkungan TNI AD. Universitas Indonesia akan mendesain pendidikan dan pelatihan jarak jauh sehingga para peserta tidak perlu meninggalkan pekerjaannya. Universitas Indonesia juga akan berupaya untuk mendesain pendidikan yang murah dan terjangkau serta menyesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan TNI AD kepada UI dalam bidang pendidikan dan pelatihan.

Aspers Kasad menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu kelanjutan kerjasama antara TNI AD dan Universitas Indonesia dalam meningkatkan kualitas SDM personel TNI AD dalam hal ini dalam bidang kehumasan.

Diungkapkan Kadispenad, pelatihan kehumasan ini diselenggarakan untuk para unsur pimpinan yaitu Danrem-Dandim, para Kapendam dan Kapenrem, serta untuk para personel penerangan dari jajaran Penerangan Kodam/Korem dari seluruh Indonesia.

“Pelatihan ini sebagai upaya TNI AD untuk membekali para personel yang menjabat sebagai Danrem dan Dandim serta para kepala penerangan satuan dengan ilmu kehumasan seperti materi Public Speaking. Dan pelatihan ini juga diselenggarakan untuk personel di satuan penerangan TNI AD untuk membekali ilmu-ilmu jurnalistik, multimedia dan teknologi digital saat ini,” lanjut Nefra.

Acara ini dihadiri oleh Waaspers Kasad Bidang Binpers , Kadispenad dan tim dari Lembaga Vokasi Universitas Indonesia.(Dispenad)

Kadispenad

Kadispenad : Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi

Oleh TNI AD

JAKARTA, tniad.mil.id, – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E.,M.M., menegaskan dalam menghadapi manajemen krisis khususnya dalam mengelola manajemen informasi pejabat penerangan harus bertindak cepat dan responsif.

Krisis di sini bukan krisis keuangan atau krisis moneter tetapi suatu kejadian di wilayah yang melibatkan satuan atau personel TNI AD harus segera direspon dengan cepat oleh pejabat penerangan,” kata Nefra Firdaus dalam pengarahannya pada rapat virtual melalui _video conference_ bersama dengan para Kapendam, Kapenhumas Balakpus dan Kapenrem seluruh Indonesia, di Puskodal Mabesad, Jakarta, Selasa (22/9/2020)

Dalam rapat tersebut Kadispenad memberikan pengarahan yang terkait dengan bidang tugas penerangan jajaran Angkatan Darat terutama bagaimana pejabat penerangan di daerah atau satuan dalam menyikapi apabila ada kejadian yang melibatkan satuan atau personel TNI AD. “How to handle Information During a Crisis” atau Bagaimana Langkah-Langkah Dalam Manajemen Informasi Pada Saat Krisis” ujar Nefra.

Kadispenad

Brigjen Nefra menjelaskan bahwa terdapat 5 (lima) langkah yang harus dilakukan oleh pejabat penerangan, yang pertama; _Be truthful_ (Jujur), memberikan informasi apa adanya. Kedua; menyampaikan informasi yang bermanfaat. Ketiga; membuat rencana Manajemen Krisis dan masukkan hubungan dengan media. Keempat; menyiapkan juru bicara, Kapen merupakan juru bicara satuan, siap tidaknya juru bicara dalam memberikan keterangan mempengaruhi opini masyarakat secara luas dan yang kelima; menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan media.

Selanjutnya Kadispenad memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat penerangan, antara lain menganggap dan memperlakukan media sebagai musuh, dalam mendapatkan informasi tidak bergantung kepada media tetapi jadikan media menjadi salah satu sumber informasi, tidak melupakan Prajurit atau Personel TNI AD sebagai sumber informasi yang akurat tentang suatu peristiwa.

Pada akhir pengarahan Kadispenad menyampaikan beberapa kesimpulan dalam manajemen Informasi pada saat krisis, yaitu; manajemen informasi dalam krisis bukanlah hal yang spontan tetapi perlu disiapkan, direncanakan dan dipelihara. Public Relation (PR) dalam situasi krisis memerlukan skill (keahlian) yang harus dipelajari dan dilatih sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bukan menjadi bumerang. Pejabat penerangan harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang penting, tapi tidak membatasi akses info secara total karena dapat menimbulkan asumsi yang keliru dalam persepsi berita. Dalam menyampaikan informasi harus memerhatikan hal-hal yang sudah menjadi protokol /ketentuan.

“Yang lebih penting hubungan dengan media harus terus dijaga dan bukan sebagai hubungan jangka pendek dan kasuistis tapi direncanakan secara baik,” pungkasnya.

Pada akhir acara rapat virtual dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab, turut hadir dalam rapat tersebut Sesdispenad Kolonel Inf Mu’tamar, para Kasubdis Dispenad dan 73 pejabat penerangan jajaran TNI AD baik tingkat Kotama, Balakpus dan Korem. (Dispenad)